kini bayang bayang indah
melayang layang
melayang layang
cepatlah ” kawan…!!”
” Jemputlah…” matahari terbit di ufuk
Gelora rinduku kian tak terbendung
” Jemputlah…” matahari terbit di ufuk
Gelora rinduku kian tak terbendung
cepatlah “kawan…!!”
melesatlah bagai deru angin
bawalah aku menembus kelam
melesatlah bagai deru angin
bawalah aku menembus kelam
baja baja pagar di pelataran
lentera hatiku tak lelah menanti
panggilannya di bawa angin
masuk semua ke telingaku…
lentera hatiku tak lelah menanti
panggilannya di bawa angin
masuk semua ke telingaku…
Hanya karena engkau aku merindu
tak perlu lagi aku membuang waktu
tak perlu lagi aku membuang waktu
hanya karena engkau selalu di hati
tak ada lagi gundukan sedih membelenggu
tak ada lagi gundukan sedih membelenggu
aku kembali memandang alam
disamping tirai biru jendela
nampak kerlip taburan bintang
meratakan jagat kelam
disamping tirai biru jendela
nampak kerlip taburan bintang
meratakan jagat kelam
laju kereta malas bagai siput
putaran waktu malas berganti
mataku juga lebih enggan terpejam
jadilah malam kian menghujam
putaran waktu malas berganti
mataku juga lebih enggan terpejam
jadilah malam kian menghujam
hanya angan masih melayang
membayang bayang tentang kedatangan
membayang bayang tentang kedatangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar